Insiden Crash Landing Emirates EK521 dan 90 Detik yang Menegangkan

Insiden Crash Landing Emirates EK521 dan 90 Detik yang Menegangkan

Dubai – Sebanyak 300 orang penumpang termasuk kru pesawat selamat dalam insiden crash landing pesawat Emirates EK521 di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirates Arab. Seperti apa detik-detik penumpang menyelamatkan diri dari tragedi tersebut?

Pesawat Emirates EK521 ini tengah melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Trivandrum di Thiruvananthapuram, India, Rabu (3/8) pukul 10.19 waktu setempat. Pesawat ini dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirates Arab, di hari yang sama pukul 12.50 waktu setempat.

Namun entah kenapa, pesawat Boeing 777-300 dengan nomor registrasi A6-EMW bermesin Rolls-Royce Trent 800 ini mengalami masalah jelang pendaratan. Pesawat yang membawa 282 penumpang dan 18 awak ini akhirnya crash landing di Bandara Internasional Dubai pukul 12.45 waktu setempat.

Boom! Kobaran api besar muncul di badan pesawat nahas ini disusul asap hitam tebal yang membumbung tinggi. Dari foto-foto dan video yang beredar di media sosial, suasana kepanikan begitu tergambar di dalam pesawat yang dikepung asap. Para penumpang yang sebagian besar warga negara India tampak berusaha keluar mencari pintu darurat.

Pesawat Emirates usai crash landing dan terbakar (Reuters/Stringer)

Beberapa orang tampak berusaha menyelamatkan barang-barang di bagasi kabin sebelum terjun dari seluncur darurat. Namun ada suara-suara peringatan diduga dari pramugari. “Loncat, loncat, loncat tinggalkan barang-barang kalian!”

Seluruh penumpang dan kru kemudian berhasil keluar dari pesawat dan pergi menjauh. Beberapa penumpang tampak berlari, ada juga yang sambil menggendong anaknya. Sementara itu mobil-mobil pemadam tampak dikerahkan total untuk memadamkan kobaran api. Mobil paramedis juga bersiaga di lokasi.

“Itu benar-benar benar-benar menakutkan. Ketika kami mendarat di sana, asap keluar di kabin. Orang-orang berteriak dan kami mengalami landing yang sangat keras. Kami meninggalkan pesawat dengan pergi ke seluncur darurat dan ketika kami di landasan, kami bisa melihat seluruh pesawat terbakar. Itu mengerikan,” kata seorang penumpang Sharon Maryam Sharji seperti dilansir Reuters, Kamis (4/8/2016).

Pesawat Emirates crash landing di Bandara Dubai (Foto: Time Out Dubai)

Penumpang lainnya Shaji Kochikutty juga menceritakan detik-detik mengerikan saat pesawat itu mengalami crash landing.

“Setelah pesawat itu terbakar saat mendarat, staf maskapai membuka semua pintu keluar darurat dan menuntun kami keluar,” kata Kochikutty seperti dilansir AFP dari Koran XPRESS.

“Saya pertama kali menyelamatkan tiga puteri saya ke seluncur darurat. Lalu istri saya selanjutnya, lututnya terluka saat melompat keluar. Kaki saya memar, saya berlari keluar tanpa sepatu saya. Kami segera diberi pertolongan pertama dan kami semua baik-baik saja sekarang,” kisahnya.

Kochikutty bersyukur dirinya dan keluarganya bisa selamat dari insiden mengerikan itu. “Kami sangat bersyukur masih bisa hidup, apa lagi yang bisa kami minta?” ujar pengusaha yang tinggal di Dubai ini.

Sebanyak 300 orang penumpang termasuk kru selamat dalam peristiwa itu. Ada 13 orang yang mengalami luka ringan dan tengah dirawat di rumah sakit. Namun sayang, seorang petugas pemadam kebakaran bernama Jassim Essa Al-Baloushi meninggal saat berusaha memadamkan kobaran api.

Pengamat penerbangan Richard Quest kepada CNN mengatakan, pesawat Boeing 777-300 seperti Emirates EK521 ini dirancang agar penumpang dan kru bisa dievakuasi dalam waktu 90 detik jika terjadi kecelakaan di darat. Kru pesawat tampak dengan baik melakukan evakuasi.

“Mereka punya rencana darurat di tempat. Idenya adalah bahwa Anda harus mampu untuk mengevakuasi pesawat terbang dalam waktu 90 detik jika ada kecelakaan di tanah. Dan ini jelas tampaknya seperti apa yang telah terjadi,” ujar Quest.

Dari foto-foto dan video yang beredar di media sosial, Quest menganalisa dan menduga ada masalah pada roda depan pesawat yang tak keluar. Itu menurutnya yang menyebabkan pesawat meluncur dan memicu api.

Chairman and Chief Executive Emirates Airline & Group Sheikh Ahmed bin Saeed Al-Maktoum dalam jumpa pers tak mau berspekulasi mengenai penyebab insiden itu. Dirinya menegaskan, penyelidikan mendalam bersama pihak-pihak terkait akan dilakukan. Akan dicari apakah insiden itu karena kesalahan teknis di pesawat, kesalahan manusia (pilot dan lain-lain) atau faktor cuaca. Kotak hitam dalam pesawat akan diperiksa, termasuk meminta keterangan pilot, co-pilot dan kru.

Sheikh Ahmed bin Saeed Al-Maktoum memberi keterangan pers (Reuters/Karim Sahib)

Sheikh Ahmed dalam jumpa pers menegaskan, pesawat itu dinyatakan layak terbang dan telah melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum lepas landas. Pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap 300 penumpang termasuk kru. Dalam pesawat itu setidaknya diketahui ada 226 orang warga negara India, 24 orang warga negara Inggris dan 11 orang warga negara Uni Emirat Arab.

Terlepas dari insiden ini, pilot Emirates EK521 menuai pujian karena bisa melakukan langkah-langkah tepat sehingga seluruh penumpang dan kru selamat. Emirates dalam pernyataannya menyebut pilot dan ko-pilotnya berpengalaman dengan punya tujuh ribu jam terbang meski belum diungkap identitasnya.

Insiden crash landing ini sendiri sempat membuat Bandara Internasional Dubai ditutup selama sekitar 4 jam. Namun salah satu bandara tersibuk di dunia ini dinyatakan telah beroperasi kembali para Rabu (3/8) sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

(hri/ear)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

seven − 4 =