Catat! Begini Saran Kapolda Jabar agar Warga tak Tertipu Barang Palsu

Catat! Begini Saran Kapolda Jabar agar Warga tak Tertipu Barang Palsu

Bandung – Barang-barang penting menjadi peluang bagi para pelaku kejahatan untuk mendulang uang. Belum lama ini di sejumlah daerah di Jabar terbongkar kasus pemalsuan kartu BPJS Kesehatan dan meterai. Paling baru pemalsuan KTP dan ijazah di Sukabumi. Modus kejahatan tersbut tentu merugikan warga.

Kapolda Jabar Irjen Pol Bambang Waskito mewanti-wanti kepada seluruh jajarannya di masing-masing wilayah agar mewaspadai pemalsuan berupa barang-barang penting. “Pemalsuan seperti apa tergantung dari masyarakatnya juga. Untuk mengantisipasi kalau ada barang-barang yang dikira aneh, segera laporkan. Baik BPJS palsu, meterai palsu, bahkan yang paling utama peredaran uang palsu. Itu kan sudah banyak sekarang ini,” ujar Bambang di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (4/8/2016).

Menurut Bambang, langkah pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum saja. Dia meminta warga turut mencegah.

Bambang menjelaskan, setiap barang penting pasti memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak mungkin bisa ditiru. Dia mencontohkan bagaimana cara membedakan uang rupiah yang asli dan palsu. Pihak Bank Indonesia (BI), sambung Bambang, tak berhenti memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk mengantisipasi uang palsu.

“Seperti uang saja pada saat membedakan asli dan palsu kan ada caranya. Seperti dilihat, diraba, diterawang. Pihak BI terus sosialisasi seperti itu agar masyarakat bisa mendeteksi awal barang itu asli atau palsu dengan cara yang mudah. Banyak sekarang yang palsu kan,” tuturnya.
Meterai palsu yang diungkap Polres Bandung. Foto: Masnurdiansyah.
Pihak instansi terkait, kata Bambang, harus memiliki program sosialisasi kepada masyarakat agar tahu langkah-langkah mendeteksi keaslian suatu barang. Termasuk menggencarkan sosialisasi kartu resmi BPJS dan meterai asli.

“Harus ada program sosialisasi, agar masyarakat tahu cara membedakan aseli dan palsu, apa ciri-cirinya, ya sama kayak dengan mengecek keaselian uang,” ujarnya.

Sementara itu, ditanya soal perkembangan BPJS dan meterai palsu, Bambang mengatakan saat ini pihaknya masih mengembangkan penyelidika dari para pelaku yang sudah tertangkap. “Terus dikembangkan oleh seluruh jajaran,” ucap Bambang singkat.
(bbn/bbn)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

6 + two =